Senin, 15 Oktober 2012

Kesimpulan Analisis dalam menyusun bahan ajar cetak antara artikel dengan wawancara penulis



Setelah melihat, mewawancara dan menganalisis diberbagai artikel dan wawancara yang dilakukan dengan penilus buku, dapat disimpulkan bahawa untuk menyusun bahan ajar cetak, yang diperlu dilakukan adalah:
                     
1. Merencanakan pendekatan sistem
Pendekatan sistem memiliki enam komponen besar, yaitu: 1) analisis, 2) desain, 3) pengembangan, 4) uji coba dan revisi, 5) implementasi, dan 6) evaluasi sumatif. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh hasil yang maksimal.
                   
2. Melakukan analisis kebutuhan
ini perlu dilakukan untuk meyakinkan diri penulis bahwa buku yang akan ditulis sangat dibutuhkan oleh peserta didik. Dalam hal ini perlu menganalisis tingkat perkembangan psikologi peserta didik, kondisi sosio-kulutral, minat dan motivasi siswa, biaya, dll. Khusus di Sumatera Barat, perlu memperhatikan budaya Minangkabau sehingga penulisan buku tersebut dapat mengintegrasikan budaya Minangkabau yang mendukung materi, seperti pepatah, kehidupan  para tokoh Minang yang berprestasi, dan lain sebagainya.

3. Mendiskripsikan kelompok sasaran
Sasaran buku tersebut tentu tingkat siswa, apakah di SD, SMP, atau setingkat SMA. Hanya saja perlu mendalami karakteristik masing-masing tingkatan tersebut, seperti analisis kebutuhan di atas. Hanya saja, langkah ketiga ini merumuskan lebih jelas lagi tentang sasaran tersebut.

4. Melakukan kerja sama dengan ahli bidang studi
Penulisan buku sebaiknya berdiskusi dengan orang lain untuk bertanya atau bertukar pikiran,   terutama dari aspek bidang studi. Orang lain yang dimaksud sebaiknya ahli bidang studi yang dapat dijadikan sebagai narasumber yang bertanggung jawab. Khusus untuk PAI, karena ada lima aspek, perlu berdiskusikan dengan ahli tafsir-hadis, ahli fiqh, ahli tauhid (ushuluddin), ahli           sejarah, dan ahli pendidikan Islam secara umum.


5. Menuliskan kompetensi yang dapat diukur
            Perlu merumuskan kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik dengan memperhatikanwaktu yang dibutuhkan.

6. Melakukan analisis piramida
            Analisis piramida merupakan teknik yang bermanfaat untuk mengidentifikasi seluruh kompetensi dan sub-kompetensi yang diperlukan. Selainjutnya menyusun satu sama lain secara logis sehingga mudah dipelajari. Cara yang terbaik adalah dengan memulai dari tujuan (goal)          kemudian berjalan mundur untuk mengetahui kompetensi-kompetensi yang diperlukan.

7. Mengidentifikasi jenis belajar, pemilihan metode dan media, dan peta belajar
            Langkah ketujuh ini dilakukan dengan memperhatikan jenis materi dan tingkat sasaran peserta didik. Perlu pula mengidentifikasi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

8. Menentukan struktur pelajaran dan desain pertanyaan
            Struktur pelajaran harus tergambar dalam profil tulisan pada setiap Bab/tema. Struktur pelajaran ini disusun secara utuh, mulai dari pendahuluan sampai tindak lanjut setelah melakukan tes akhir pokok bahasan.

9. Membuat lay-out halaman
            Lay-out halaman hendaklah memperhatikan:
                        a. Gambar di awal Bab
                        b. Uraian materi standar
                        c. Kegiatan siswa
                        d. Jendela dan Gambar
                        e. Informasi atau rumus-rumus yang penting

10. Melakukan penulisan naskah yang sesungguhnya
            Setelah melakukan sembilan langkah sebelumnya, maka lakukanlah penulisan buku yang sesungguhnya dengan ketekunan dan kesabaran serta niat yang ikhlas.

11. Melakukan evaluasi
            Setelah buku ditulis, sebaiknya dilakukan evaluasi dengan menempuh beberapa tahap, yaitu:
a. Review ahli bidang studi, desain pembelajaran, dan editorial.
b. Uji coba satu-satu atau secara individual kepada siswa yang relatif cerdas, biasa dan kurang dengan memperhatikan responnya.
c. Uji coba kelompok kecil sekitar 20-30 orang dengan mengamati respons mereka tanpa harus dibimbing.
d. Uji coba lapangan nyata, setelah melakukan revisi dari tahapan sebelumnya
e. Evaluasi sumatif, yaitu untuk menentukan prestasi belajar siswa yang menggunakan    buku tersebut.
f. Penutup

Selain itu, didalam sumber dan wawancara dijelaskan prinsip dalam penyusunan bahan ajar cetak, diantaranya:
1.  Prinsip relevansi
Artinya keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai. Penulis harus melihat keterkaitan materi yang akan dtulis dengan standar kompetensi, agar dapat terjadi hubungan/keterkaitan antara materi yang ditulis dengan tujuan kompetensi  agar tujuan tercapai.
2.  Prinsip konsistensi
Artinya keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada pada buku juga harus meliputi empat macam. Selain itu, kekonsistenan kata yang digunakan dalam penulisan buku teks pelajaran juga perlu diperhatikan, agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca.
3.  Prinsip kecukupan
Artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu pemelajar mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

Selain itu, dalam tahap menyusun buku perlu diperhatikan mengenai tujuan dari penulisan buku. Hal tersebut perlu diperhatikan secara seksama dengan maksud agar bahasan di dalam buku yang ditulis dan diterbitkan tidak jelas arahnya dan cenderung membuat pembacanya menjadi bingung serta tidak dapat mencerna apa yang dibacanya. Selain daripada itu, yang perlu diperhatikan kemudian adalah mengenai isi atau konten yang akan dibahas dalam buku harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan sasaran terkait. Dalam hal penulisan buku, bagian yang tak kalah penting peranannya adalah unsur metodologi atau sistematika penulisan buku yang juga berperan sangat penting dalam menyusun sebuah buku agar buku tertata dengan rapi, tidak berantakan tata letaknya dan secara kondisi nyaman dan enak untuk dibaca oleh pembaca. Karena bagaimanapun juga buku dengan sistematika penulisan baik dan rapi dapat dikategorikan sebagai buku yang baik untuk pembaca. Selanjutnya, yang menjadi tolak ukur dalam penyusunan buku adalah bahasa yang digunakan haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan ejaan yang telah disempurnakan (EYD) agar pembaca dapat memahami maksud dari tiap kata maupun kalimat sehingga pesan yang disampaikan diterima dengan baik. Dengan penggunaan EYD yang baik maka pembaca tidak perlu membuka kamus terlebih dahulu jika terdapat kata yang pembaca kurang mengerti. Artinya, penggunaan ejaan yang tepat sangat membantu pembaca dalam membaca isi atau konten yang ada dalam buku tersebut.
penyajian isi, agar buku yang ditulis penulis dapat menarik perhatian pembaca maka perlu adanya penambahan tulisan yang menarik, disain yang menarik, kombinasi warna yang sesuai hingga perlu menyajikan soal-soal latihan dalam bentuk kemasan gambar atau ilustrasi. Dalam hal ini, ilustrasi juga memegang peranan yang penting dalam penyusunan sebuah buku, bila dirasa dibutuhkan untuk menambah gambar, tabel, bagan, ataupun diagram maka berikanlah gambar atau ilustrasi tersebut. Tentunya ilustrasi tidak boleh keluar dari materi yang sedang dibahas. Karena pada dasarnya ilustrasi ditujukan untuk memperjelas apa yang telah dijelaskan pada buku terkait dengan harapan pembaca dapat semakin memahami isi buku dengan melihat ilustrasi atau gambar yang disajikan dalam buku  tersebut. Karena bagaimanapun juga pada dasarnya tidak ada orang yang menyukai sepenuhnya textbook atau buku yang hanya sekedar memuat tulisan dan kalimat-kalimat saja di dalamnya.
Faktor perlu diperhatikan dalam hal penulisan buku adalah faktor fisik. Faktor fisik buku disesuaikan dengan sasaran yang akan dituju, misalkan untuk anak Sekolah Dasar biasanya fisik buku akan berukuran besar dengan ukuran tulisan yang juga cukup besar agar lebih jelas terbaca sedangkan untuk kelas yang lebih tinggi lagi tingkat pendidikannya bisa menggunakan ukuran buku yang relatif sedang dengan tulisan yang tidak terlalu besar. Akan tetapi, bila ada yang tidak sesuai dari faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, maka akan dapat mencari alternatifnya, baik itu bisa berupa modifikasi, kompilasi, dan atau berupa susun baru. Selain itu, agar buku lebih marketable dibandingkan dengan buku lain pada umumnya, hendaknya penulis untuk mendesain cover buku dengan disain menarik sebelum masuk ke pihak penerbit. Karena lebih baik penerbit hanya berperan sebagai pembuat layout dan pencetak saja.
Dalam menyusun bahan ajar, kita perlu memperhatikan aturan-aturan dan prinsip yang digunakan untuk menyusun bahan ajar, agar informasi yang disampaikan dapat diterima secara utuh. Oleh sebab itu, buku harus memperhatikan persyaratan isi, bahasa, penyajian, dan ilustrasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar